Senin, 07 September 2009

Merintis jalan spiritual

Arisan Presanti Tambun yang diadakan tanggal 7 September 2009 kembali membahas tanah pura di Graha Prima. Masalah prijinan masih dalam proses akhir semoga cepat bisa selesai melihat saudara kita dari Sulawesi Selatan dengan sangat aktif mencari sumbangan ke berbagai pura di Jakarta.
Melihat perkembagan jumlah anggota tempek yang sudah mencapai 60 KK dan generasi muda yang sudah banyak bahkan sudah sampai kuliah, sudah selayaknya kita berusaha mewujudkan berdirinya Pura Graha Santika Bhuana. Adalah tanggung jawab kita semua untuk mewujukan semua itu dan sebagai rasa tanggung jawab kita ke pada generasi muda sebagai benteng spiritual dibalik globalisasi disegala bidang.
Dengan berdirinya pura nanti akan diikuti dengan dengan berbagai kegiatan seni lainnya untuk mempererat rasa persaudaraan terutama muda-mudi graha santika bhuana.
Kalau kita baca baik berupa buku dan artikel diinternet pembangunan pura semua melalui tahap demi tahap menuju kesempuranaan sebuah tempat untuk memuja Yang Kuasa.
Melihat perjalan saudara kita di daerah transmigrasi Lampung khusunya di Bandar Jaya tepatnya di Dharma dengan cerita awal dari daerah hutan penuh dengan binatang buas dan berbagai penyakit lainnya terutama malaria kalau tidak dengan semangat keras desa tersebut tidak bisa terwujud seperti sekarang. Proses penebangan kayu, pengolahan lahan dan berbagai rintangan lainnya sehinga memasuki generasi ketiga hutan tersebut sudah mejadi desa seperti Bali ditahun 60-an. Banayk pura yag berdiri dengan megah yang sebagian besar ukiran dari pasir yang diolah, sehinga menghasilkan karya yang sangat indah. Dengan sentuhan warna menjadikan desa Dharma menjadi sangat bertaksu. Dari semua diatas dapat diambil spirit untuk mewujukan membangun Pura yang kita harapkan. Masih banyak cerita dari berbagai daerah yang penuh perjuangan untuk mendirikan pura.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar